- Sepenggalan NafasAku mendengar nafasmu yang mulai tersengal. Degup jantungmu yang berderap seperti hentakan kuda-kuda perang. Sementara aku masih terbujur kaku di bawah lumpur hitam yang mulai mengering. Mengerang tanpa suara. Mengernyit…
- Seperti PohonSeperti pohon... Di pokok kita masih satu, lantas kita berpisah di cabang. Ada yang ke kiri, ada yang ke kanan, ada yang terus ke atas, ada yang ke depan, ada yang ke belakang. Atau bilapun masih satu di cabang, kita nan…
- Reruntuhan BentengEntah sudah berapa lama aku tertidur di reruntuhan benteng ini. Langit mulai merona kemerahan, ditelan senja yang merayap di batas cakrawala. Terik mentari sudah hilang entah kemana, hanya menyisakan jingga-keemasan yang…
- Di Tepian MalamKurasa Malam lupa untuk membawakanku sepiring kantuk. Pastinya ia terlalu sibuk mencari-cari gemintang yang bersembunyi di ketiak Awan Mendung. Lihat saja ia tampak semakin muram tanpa Bintang-Bintang yang genit itu. Pas…
- Dan KematianDan kematian pun menyeringai, membentangkan sayap-sayap hitamnya. Ribuan mata mulai menyalang, menatap dari setiap sudut-sudut yang gelap. Tatap murka yang akan memecahkan buluh-buluh nadimu. Mereka pun berderap. Merangk…
- Aku Ingin PetualanganKala remaja cita-citaku sederhana, seperti remaja-remaja kebanyakan. Lepas SMA, kuliah di fakultas teknik ternama, diwisuda, kemudian bekerja di perusahaan-perusahaan swasta yang bonafit. Perusahaan minyak multinasional…
- Di Rumahku, IndonesiaDi Homs, rentetan peluru berdesing mengusik malam. Suara martir menggelegar membelah gedung-gedung yang berdiri kokoh. Kawat-kawat berduri melintang di pinggiran kota. Mayat-mayat bergelimpangan. Isak tangis sendu membay…
- Titik KulminasiSolder panas dan gulungan kawat timah beradu. Berdesis lalu mengepulkan asap putih yang pekat. Asap timah itu bergulung berputar di udara, lalu menghilang perlahan ditelan cahaya lampu 5 watt yang temaram. Deru kipas kom…









